Gue Latifolia
Hidayati. Tahun 2005 sampai 2010 gue tergabung dalam Paskibra Garuda 16 SMPN 1
Bogor dan Paskibra Pandawa 16 SMAN 1 Bogor. Organisasi yang telah melahirkan
pemuda-pemuda berani, tangguh, serta kuat secara fisik dan mental. Gue sangat
bangga bisa menjadi bagian dari organisasi ini. Di sinilah tempat gue mengenal
akan arti sebuah perjuangan tanpa batas, sampai titik darah penghabisan. No
limit. Mengurus upacara bendera dan menjadi petugasnya adalah kewajiban kami. Merah
putih menjadi sangat sakral bagi kami. Menodai, membiarkannya basah, dan menjatuhkannya
ke tanah adalah suatu pelanggaran berat. Entah mengapa, saat itu gue merasa
menjadi orang yang sangat nasionalis.
Gue Latifolia
Hidayati. Tahun 2011. Gue menjadi mahasiswa kedokteran gigi di universitas yang
menyandang nama negara di belakangnya. Gue tak pernah menyangka bisa menjadi
salah satu mahasiswa di sini, salah satu tempat terbaik dalam menimba ilmu
pengetahuan. Sangat beruntung. Karena gue tahu, tidak banyak orang di luar sana
yang mendapat kesempatan seperti ini. Bisa terus melanjutkan sekolah. Fabiayyiala irabbikuma tukadziban, maka
nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan? Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Sebelumnya, gue nggak
pernah bermimpi untuk berkuliah di Universitas Indonesia, apalagi menjadi
seorang dokter gigi. Tau ngga sih lo? Setelah SNMPTN, doa gue sama Allah bukan
harapan menjadi mahasiswa FKG UI. Tapi, gue bilang sama Dia bahwa gue nggak mau
menjadi sampah di negeri ini. Gue ingin
terus belajar, mencari ilmu, meningkatkan kualitas diri, dan bermanfaat bagi
orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk
orang lain?
Gue Latifolia Hidayati.
Tahun 2012. Gue masih menjalani rutinitas kuliah di kampus Salemba, Jakarta
Pusat. Hiruk pikuk KRL dan Jakarta telah memperlihatkan gue tentang sebagian
kisah dari setumpuk masalah di seluruh pelosok negeri. Rasanya pengen nangis,
marah, memaki, entah sama siapa. Tapi, gue tahu itu sama sekali nggak guna. Di
mana para penguasa yang menjanjikan Indonesia menjadi lebih baik?
Agustus 2012.
Kelak kita semua akan merayakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-67. Upacara
dilaksanakan di istana negara, instansi pemerintahan, maupun di sekolah-sekolah
untuk menghargai dan mengenang jasa para pahlawan. Masyarakat bersuka cita merayakan
dengan berbagai tradisi perayaan. Anak-anak dengan semangatnya menyanyikan lagu
17 Agustus. Bendera merah putih, umbul-umbul, dan berbagai hiasan menghiasi
jalan-jalan turut menyemarakkan pesta kemerdekaan. Bullshit! Inikah negeri yang
sudah merdeka? Seperti inikah negeri yang telah terbebas dari penjajahan? No! Kayaknya negeri ini lebih terpuruk
dari negeri sebelum 1945. Sawah ladang kita luas, tapi mengapa masih ada kaum
yang mati kelaparan? Kaum terdidik kita banyak, tapi mengapa masih banyak kaum
yang buta huruf? Negara kita negara hukum, tapi mengapa tindak kejahatan masih
merajalela dengan bebas? Negara kita negara kesatuan, tapi mengapa masih
terjadi peperangan antar sesama kita? Bukankah keadaan ini lebih menyiksa? Perjuangan
kali ini lebih berat karena musuh kita tidak terlihat.
Gue Latifolia
Hidayati. Gue seorang muslim. Menjadi khalifah di bumi adalah tugas gue, tugas
kita semua. Bumi gue adalah tanah air Indonesia. Gue sangat mencintai
Indonesia, tanah tempat gue dan ortu gue dilahirkan, dibesarkan. Ya, gue merasa
telah menjadi bagian dari negeri ini. Gue tak bisa berdiam diri sementara pilar
keadilan belum berdiri kokoh di negeri ini. Bukankah
Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah nasib mereka
sendiri?
Beginilah cinta. Gue
nggak rela melihat bangsa ini terpuruk dan compang-camping. Gue harus melakukan
sesuatu demi Indonesia yang lebih baik. Gue ingin merubah wajah negeri ini
menjadi lebih berseri. Karena, gue yakin banget, suatu saat Indonesia akan
menjadi bangsa yang terhormat di mata dunia. Kita akan melihat Indonesia
berjaya, di tangan generasi muda seperti kita. Gue, lo, kita semua.
*Gue dan temen2 seperjuangan Pandawa 16 setelah last ceremony Smansa 2011
Latifolia
Hidayati
Fakultas
Kedokteran Gigi – Universitas Indonesia
Peserta
UI – Student Development Program 2012
